Sampah Plastik Laut

15 06 2017

Di postingan sebelumnya saya sudah memberikan sedikit ilustrasi tentang sebanyak apa sampah 9 juta ton itu, yang kata Ibu Susi selaku Menteri Kelautan dan Perikanan, dibuang ke laut Indonesia setiap tahunnya. Namun demikian, saya sendiri kurang tahu dari mana data yang diungkapkan Bu Susi itu berasal, soalnya kalau melihat hasil estimasi Jambeck dkk. (2015), tahun 2010 Indonesia diperkirakan memasok 0,48 hingga 1,29 juta ton sampah plastik ke laut. Apakah memang dalam waktu 7 tahun jumlah sampah plastik laut di Indonesia meningkat sangat pesat hingga hampir 9 kali lipat?

By the way, sebelum melanjutkan postingan ini, ternyata ada beberapa simpang siur data yang beredar di media online. Salah satunya adalah berita di mediaindonesia.com yang mengutip pernyataan dari Menko Kemaritiman:

INDONESIA menempati peringkat ke-2 dalam hal pembuangan sampah plastik ke laut, dengan jumlah 187,2 juta ton. Sedangkan Tiongkok di posisi teratas dengan 262,9 juta ton sampah plastik.

”Itu berdasarkan data Jambeck (Jenna Jambeck, profesor teknik lingkungan dari University of Georgia, AS). Indonesia menjadi negara peringkat dua dunia dalam pencemaran pembuangan sampah plastik ke laut setelah Tiongkok,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan di Manado, Minggu (9/4).

Berita itu jelas memberikan informasi yang salah, karena angka yang diungkapkan ternyata jumlah populasi di pesisir, bukan jumlah sampah plastik di laut. :)

Baiklah, mari kembali ke topik bahasan!

Sangat menarik jika kita melihat data yang diungkapkan Jambeck dkk. (2015) dalam makalahnya “Plastic waste inputs from land into the ocean” yang dimuat di Majalah Science Volume 347 Issue 6223 tanggal 13 Februari 2015. Di makalah itu dikatakan bahwa setiap orang di Indonesia menghasilkan sekitar 0,52 kg sampah perharinya, dimana 11% atau 57,2 gramnya adalah sampah plastik. Yang luar biasa adalah sekitar 82% dari sampah yang dihasilkan itu ternyata tidak dikelola dengan baik, dan sekitar 3,22 juta ton per tahunnya adalah sampah plastik. Prosentase sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik ini adalah 10,1% dari total sampah. Dan jenis sampah inilah yang berkontribusi pada jumlah sampah plastik di laut Indonesia.

Dari jumlah ini, kita dapat mengestimasi jumlah sampah yang tidak dikelola dengan baik di Indonesia dalam setahunnya, yaitu 31,9 juta ton. Kalau jumlah ini memiliki porsi 82%, maka total sampah yang dihasilkan Indonesia di 2010 diperkirakan sekitar 38,9 juta ton atau sekitar 15,2 kali jumlah sampah yang dihasilkan Jakarta. Wah, berarti sampah yang dihasilkan Jakarta banyak juga ya, sekitar 6,6% dari total sampah yang dihasilkan Indonesia.

Dari 3,22 juta ton sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik per tahunnya tersebut, Jambeck dkk. (2015) memperkirakan antara 0,48 juta dan 1,29 juta ton telah “berubah” menjadi sampah plastik laut setiap tahunnya dan “beredar” di lautan Indonesia mengikuti sistem arus laut. Sampah plastik tak terkelola itu dapat “berubah” menjadi sampah plastik laut melalui beberapa cara, yaitu terbawa aliran sungai, ikut dalam aliran air limbah, dan terbawa angin. Dengan jumlah populasi di pesisir yang mencapai 187,2 juta orang dan buruknya pengelolaan air limbah dan sampah serta perilaku kita, bisa jadi angka itu adalah angka yang wajar.

Lalu, apa gunanya angka-angka itu bagi kita? Hmm, bagaimana kalau pertanyaan bagus itu kita simpan dulu dan nanti dibahas di postingan berikutnya saja, supaya tambah seru..

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: