Datum Peta

31 10 2006

Ada seorang kawan yang ketika sedang survey hidro-oseanografi di lapangan (bukan lapangan bola, tetapi di pantai atau laut) menemukan bahwa lokasi-lokasi titik sampel (lintang dan bujur) yang sudah ditentukan dan dicatat dalam alat GPS sebelum pergi ke lapangan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Terjadi pergeseran, begitulah kira-kira kata dia.

Kondisi semakin runyam ketika pihak lain yang menggunakan data hasil surveynya mendapatkan bahwa beberapa dari titik-titik pengamatan tersebut ternyata berada di darat ketika digambarkan ke peta yang ada. Usut punya usut, ternyata antara peta dan GPS yang digunakan menggunakan datum geodetik yang berbeda. Peta (dari Dishidros TNI AL) menggunakan referensi elipsoida Bessel 1841 sementara GPS dengan WGS84.

Datum geodetik adalah bentuk dan ukuran bumi dan titik pusat serta orientasi sistem koordinat yang digunakan dalam memetakan bumi. Ada ratusan datum yang berbeda yang sudah digunakan orang sejak pertama kali Aristotle memetakan bumi.

Menurut sebuah artikel, penggunaan datum yang berbeda akan memberikan penyimpangan posisi dalam radius beberapa ratus meter. Artinya, kalau kita mengukur pada lokasi yang tidak terlalu jauh dari pantai dengan GPS yang menggunakan datum WGS84, maka penyimpangan beberapa ratus meter tersebut akan menjadikan lokasi pengamatan tergambarkan di darat pada peta yang menggunakan elipsoida Bessel 1841.

Seharusnya, sebagai surveyor, dia sudah mengetahui hal-hal seperti itu. Dalam peta-peta hidrografi keluaran Dishidros TNI AL biasanya tertulis informasi mengenai datum yang digunakan, juga informasi lainnya seperti sistem proyeksi, harga kedalaman dan ketinggian direferensikan kemana, dll. Artinya, informasi tersebut bukan hanya sekedar hiasan pada peta supaya terlihat keren :) Sejauh yang saya tahu, ada 3 datum yang digunakan oleh Dishidros TNI AL dalam peta-peta keluaran mereka yaitu Bessel 1841, WGS72, dan WGS84 (informasi lebih detail bisa dilihat di websitenya Dishidros TNI AL).

Dengan informasi itu, tentunya perencanaan survey akan menjadi lebih baik, dimana karena GPS kita menggunakan datum WGS84 sementara peta yang kita pakai menggunakan Bessel 1841, maka perlu dilakukan transformasi koordinat dari Bessel 1841 ke WGS84 ketika kita menentukan lokasi-lokasi pengamatan. Persamaan untuk transformasi ada tersedia di dunia maya, salah satunya ada di sini dan bisa langsung diapliklasikan dengan menggunakan Excel atau Matlab.

Data utama yang kita perlukan untuk melakukan transformasi adalah sumbu panjang dan pendek dari elipsoida yang kita gunakan dan yang akan kita pakai selanjutnya (lihat gambar sebelah kiri yang saya ambil dari situsnya Peter H. Dana). Jadi, misalnya kita akan mentransformasi posisi geodetik dari Bessel 1841 ke WGS84, maka kita perlu tahu panjang sumbu mayor dan minor dari kedua elipsoida tersebut. Di situsnya Pak Peter H. Dana dari Universitas Texas ada tersedia informasi tersebut.

Oh iya, seringkali orang suka tertukar antara istilah datum peta dan proyeksi peta. Itu juga terjadi pada teman saya ini, pada e-mailnya dia mengatakan bahwa peta dasar yang digunakannya menggunakan sistem proyeksi Bessel 1841, lah padahal peta Dishidros TNI AL itu menggunakan proyeksi Mercator :)

Lha kalau sudah begini, perlu dipertanyakan juga pengetahuan dan pemahaman dia tentang peta…


Actions

Information

One response

3 06 2008
herni

mohon infonya kalau perbedaan antara Bassel 1841 dan WGS 84 itu sebenarnya berapa meter yach!! thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: