Seri Tokoh Oseanografi: Fridtjof Nansen

9 08 2006

Fridtjof Nansen (10 Oktober 1861 – 13 Mei 1930), berkebangsaan Norwegia, seorang penjelajah benua Artik, ilmuwan, negarawan dan humanitarian. Keberagaman akan hal yang dilakukannya terlihat dari hasil karyanya yang mencakup Eskimo Life (1893), Closing-Nets for Vertical Hauls and for Vertical Towing (1915), Russia & Peace (1923), dan Armenia and the Near East (1928).Perjalanan pertamanya ke Artik dilakukan pada tahun 1882. Sekembalinya dari perjalan tersebut, beliau menjadi kurator koleksi sejarah alam di Museum Bergen. Pada tahun 1888, bersama dengan kelompoknya, beliau membuat sebuah memorabilia perjalanan melintasi Greenlad dengan ski, yang dijelaskannya dalam First Crossing of Greenland (1890).

Beliau memiliki angan-angan atau cita-cita yang cukup aneh yaitu mencapai kutub utara dengan “menumpang” di es yang mengapung di kutub. Untuk itu, beliau melakukan pelayaran ke Artik pada tahun 1893 di dalam kapal Fram yang didesain khusus untuk tahan terhadap benturan es (ekspedisi Fram). Fram tersebut ditambatkan pada es yang mengapung pada posisi 83o59′ LU, menuju 85o57′ LU, dan pada tahun 1896 kembali dengan selamat (meskipun tidak mencapai kutub) di Norwegia, seperti yang sudah diperkirakan Nansen sebelumnya. Pada tahun 1895 beliau meninggalkan kapalnya tersebut dan mengatur rencana baru untuk melengkapi perjalanannya ke kutub dengan menggunakan sledge (apa ya bahasa Indonesianya?). Namun demikian beliau hanya bisa mencapai posisi 86o14′ LU akibat kondisi es yang membelok.

Meskipun beliau ataupun kapalnya tidak bisa mencapai kutub, namun ekspedisi yang telah dilakukannya memberikan informasi yang sangat berharga bagi dunia tentang Artik dan membuat beliau terkenal di seluruh dunia. Beliau telah membuktikan bahwa laut yang membeku berada di sekitar kutub dan memenuhi basin kutub.

Dengan informasi oseanografi, meteorologi, diet dan nutrisi yang sangat lengkap ini, Nansen telah meletakkan dasar bagi kegiatan di Artik pada masa selanjutnya. Farthest North, laporan penjelajahannya yang brilian, hadir dalam terjemahan bahasa Inggris pada tahun 1897. Bahan-bahan ilmiah ekspedisinya dipublikasikan pada The Norwegian North Polar Expedition (diedit oleh Nansen, 6 volume, 1900-1906). The Nansen Fund untuk riset saintifik didirikan untuk menghormatinya. Di Universitas Royal Frederick, Christiania (sekarang Oslo), beliau menjabat sebagai profesor zoologi (1897) dan oseanografi (1908).

Karir beliau dalam bidang kenegaraan dimulai tahun 1905, ketika beliau bekerja dalam rangka pemisahan Norwegia dari Swedia secara damai. Berkat jasanya, beliau diangkat menjadi menteri pertama Norwegia untuk Inggris Raya (1906-1908). Pada tahun 1910 beliau diangkat menjadi direktur pada komisi internasional untuk mempelajari laut dan beliau membuat beberapa perjalanan ilmiah, terutama di Antlantik Utara (1910-1914).

Kegiatan humanitar beliau dimulai pasca perang dunia ke-1. Ditunjuk sebagai komisi tinggi untuk pengungsi Liga Bangsa-bangsa (kini PBB), mengantarnya menerima hadiah Nobel pada tahun 1922. Liga Bangsa-bangsa sendiri memberinya penghormatan dengan mendirikan Nansen International Office for Refugees pada tahun 1931 yang kemudian mengantarnya kembali untuk menerima hadiah Nobel dalam bidang perdamaian pada tahun 1938. Sebagai penghormatan terhadap ayahnya, Odd Nansen mendirikan The Nansen Help pada tahun 1937.

Beliau wafat pada tanggal 13 Mei 1930 dan dikebumikan tepat pada hari kemerdekaan Norwegia, 17 Mei.

bahan bacaan:

**catatan: artikel ini juga dimuat di blog lautanku.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: